Transformer dalam bentuk FLASHDISK!!! keren gan!!
Author: ririnmufid09 | Filed under: Komputerhei mau liat Flashdisk keren banget dapat dilihat dari sini gann.
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=101565459
hei mau liat Flashdisk keren banget dapat dilihat dari sini gann.
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=101565459
Seiring lahirnya sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 7, raksasa software itu baru saja mengenalkan sebuah paket software yang diyakini dapat memudahkan pengguna dalam menciptakan dan berbagi foto/film yang dimodifikasi. Sekaligus mengatur email, dan tetap menghubungkan pengguna dengan teman terdekat mereka. Dengan adanya pengembangan baru pada Windows Live Essential terbaru ini, kekuatan internet akan makin bertambah dengan kelengkapan Windows 7.
Pada debutannya kali ini, Microsoft akan membawa kombinasi cantik yang memungkinkan pengguna untuk terhubung satu sama lainnya. Termasuk kegiatan mengelola pesan, mengatur foto, film, dan mendengarkan musik.
“Tujuan kami melalui Windows Live adalah untuk membangun sebuah perangkat lunak dan layanan yang dapat membantu orang berkomunikasi dan berbagi dengan yang mereka sayangi,” kata Sutanto Hartono (Country Manager Microsoft Indonesia).
Sutanto juga menjelaskan bahwa ide dasar desain Windows Live Essential ini adalah makin banyaknya orang yang berkomunikasi secara online. Pihaknya juga berharap dengan kehadiran software baru ini, akan lebih mudah bagi orang untuk melakukan lebih banyak dari apa yang mereka inginkan.
Saat ini, rata-rata pengguna internet memiliki foto dan film yang tersimpan di komputer, ponsel, dan inbox mereka. Latar belakang inilah yang mendorong Microsoft memperbarui Windos Live Photo Gallery dan Movie Maker dengan alat yang intuitif untuk mengatur foto dan film. Di samping itu, pengguna pun akan mudah untuk berbagi konten secara online, termasuk:
Halaman download Windows Live Essential
Bersamaan dengan itu, Microsoft pun meluncurkan Windows baru Live Sync. Sebuah aplikasi yang mensinkronisasi file dan folder di komputer, termasuk platform Apple Mac. Dengan Sync, pengguna juga dapat mengakses file dan folder di web – bahkan jika komputer mereka sedang offline. Sync juga menyediakan akses remote ke komputer Anda dari web ke komputer yang tersambung ke Internet. Jika Anda tertarik menjajal Windows Live Essentials terbaru, segera unduh di http://download.live.com, dengan versi beta yang akan berfungsi di bulan-bulan mendatang.
Ada beberapa mitos yang berkembang terkait dengan dunia pemrograman. Beberapa di antaranya benar dan ada juga yang salah. Mari kita lihat mitos-mitos yang ada ini satu-persatu dan penjelasannya.
Mitos 1. Pemrograman membutuhkan tools yang mahal
Inilah mitos yang paling banyak berkembang di kalangan programmer. Jelas ini adalah salah. Banyak sekali orang yang pada prinsipnya menyukai pemrograman namun khawatir dengan mahalnya tools yang akan digunakan. Saat ini sudah banyak sukarelawan dari kalangan pengembang project yang memberikan tools opensource atau free. Salah satu contohnya adalah Free Pascal dan masih ada beberapa lagi yang lain.
Mitos 2. Seorang programmer harus lulusan sarjana komputer
He..he..he.. ini juga salah. Selama seseorang menguasai konsep logika dan algoritma, maka orang tersebut berpotensi menjadi seorang programmer. Bahkan anak-anak SMU sekarang sudah banyak yang mahir, toh.. yang dikirim ke olimpiade informatika juga anak-anak SMU dan bukannya lulusan sarjana komputer
. Banyak juga orang matematika yang terjun di dunia pemrograman lho ![]()
Mitos 3. Belajar pemrograman butuh waktu tahunan
Mmm… ini bisa benar bisa salah, tergantung komitmen dan kerja keras orang yang belajar. Kunci dalam belajar pemrograman hanyalah masalah jam terbang, dan bukan pada penghapalan sintaks. Maksudnya adalah, semakin banyak jam terbang orang dalam belajar komputer maka semakin cepat dia menguasinya. Sedangkan sintaks atau aturan penulisan program, itu bisa dikuasai dengan mudah. Bagaimana cara memperbanyak jam terbang? ya… banyak-banyak cari masalah dan cari solusinya.
Mitos 4. Pemrograman hanya ditujukan kepada orang-orang muda
Wah… ini jelas-jelas salah. Setiap orang yang berminat dengan pemrograman boleh belajar. Tidak ada aturan dan hukum yang mengharuskan pemrograman hanya untuk orang muda.
Mitos 5. Untuk belajar pemrograman harus butuh perangkat komputer yang canggih
Salah… Untuk belajar pemrograman tidak harus butuh komputer yang canggih, misalnya dengan prosesor Core 2 Duo atau Quad Core. Kalau tidak ada kocek, jangan dipaksakan untuk membeli komputer yang canggih. Seperti misalnya bahasa pemrograman Pascal, dalam hal ini Anda cukup membutuhkan komputer Pentium II atau III atau bahkan 486. Memang… komputer yang canggih akan memiliki kecepatan proses yang lebih dibandingkan yang biasa-biasa saja. Namun, untuk sarana belajar, tidak begitu urgen membeli perangkat komputer yang canggih mengingat kasus yang dipilih buat latihan dan belajar masih sangat simpel.
Mitos 6. Pemrograman membuat orang kecanduan
He..he.. hal ini benar lho. Setelah Anda bisa menyelesaikan suatu kasus dengan program, maka Anda akan merasa tertantang untuk mencoba menyelesaikan kasus yang lain. Bahkan… saking asyiknya bisa bikin lupa makan, tidur, mandi dan lupa sama pacar
Tapi jangan sampai lupa sholat.
Mitos 7. Bahasa pemrograman selalu berubah setiap waktu
Ini adalah mitos yang salah. Struktur dasar atau sintaks suatu bahasa pemrograman adalah tetap. Kalaupun ada yang berubah, perubahan itu dalam skala kecil. Nah… biasanya yang berubah adalah tampilan atau fitur compiler atau IDE (integrated development environment). Sebagai contoh misalnya compiler untuk bahasa pemrograman Pascal, yaitu Turbo Pascal 5 dan Turbo Pascal 7. Tampilan fitur dan menu yang ada di keduanya berbeda.
Mitos 8. Sekali kita menguasai salah satu bahasa pemrograman, maka dapat dengan mudah kita menguasai bahasa pemrograman yang lain
Yup… that’s true. Bila seseorang sudah mengerti konsep pemrograman serta paham bagaimana menyatakan suatu algoritma ke dalam bentuk program menggunakan salah satu bahasa pemrograman, maka dapat dengan mudah ia menguasai bahasa pemrograman yang lain. Dalam hal ini ia hanya butuh menghapalkan sintaks perintah bahasa pemrograman yang baru saja. Tentu hal ini lebih mudah dilakukan daripada memahami konsep pemrograman.
That’s all… Mudah-mudahan penjelasan ini berguna bagi para peminat programmer, terutama para mahasiswaku.
Dalam setiap kuliah perdana saya tentang pemrograman komputer, pasti saya akan paparkan bagaimana sejarah perkembangan pemrograman. Bagi Anda yang tidak mengikuti kuliah saya, atau mahasiswa saya yang kebetulan tidak masuk ketika saya menjelaskan sejarah pemrograman komputer, berikut ini sedikit tulisan mengenai hal ini.
Sejarah pemrograman komputer tidak seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang mengira bahwa pemrograman komputer ini mulai berkembang atau ditemukan pada akhir abad duapuluhan. Namun dalam kenyataannya, sejarah pemrograman modern dan bahasa pemrograman mulai berkembang sejak 1940 an, yaitu sekitar 68 tahun yang lalu.
Sebelum kita menengok pada tahun 1940 an, sejenak kita lihat ke belakang terlebih dahulu pada tahun 1822. Pada tahun tersebut hidup seseorang bernama Charles Babbage. Ketika belajar di Universitas Cambridge Inggris, ia melihat bahwa pada saat itu banyak terdapat berbagai macam tabel perhitungan seperti tabel yang terkait dengan astronomi, kelautan, navigasi dan sebagainya. Meskipun tabel-tabel perhitungan ini tersedia, namun yang terjadi adalah banyak sekali kejadian musibah seperti kapal tenggelam, kecelakaan dan kapal hilang. Dalam hal ini, Charles Babbage mengira bahwa musibah ini disebabkan oleh faktor kesalahan manusia yaitu keterbatasan kemampuan dalam mengimplementasikan tabel perhitungan yang ada. Hal inilah yang memicunya untuk memikirkan bagaimana cara mengelola data-data yang ada dalam tabel perhitungan tersebut supaya mudah digunakan. Bagaimana caranya? yaitu menggunakan sebuah ‘mesin’. Mesin ini ia beri nama ‘Difference Engine’.
Setelah bekerja selama 10 tahun pada mesinnya, Charles Babbage menyadari bahwa mesin yang dia ciptakan ini merupakan sebuah mesin yang hanya punya satu tujuan (single-purpose machine) artinya hanya bisa menghasilkan satu jenis keluaran (output). Selanjutnya ia ingin mengembangkan mesin lain yang bersifat multi-purpose. Mesin ini diberi nama ‘Analytical Engine’. Pekerjaan untuk membuat ‘Analytical Engine’ ini ia lakukan sampai dengan tahun 1942. Pada tahun 1947, Charles Babbage kembali menyempurnakan ‘Difference Engine’ dan akhirnya pada tahun 1949 ia berhasil membuat versi keduanya. Pekerjaan untuk terus menyempurnakan hasil-hasil karyanya terus ia lakukan, bahkan diteruskan oleh anaknya, Henry Prevost. Charles Babbage sendiri meninggal pada tahun 1871. Untuk melindungi karya-karya ayahnya, Henry Prevost membuat beberapa kopian unit perhitungan aritmatika sederhana dari mesin yang dihasilkan ayahnya dan mengirimkannya ke beberapa institusi di dunia, termasuk ke Universitas Harvard.
Perkembangan dunia komputasi berlanjut pada tahun 1980-an tepatnya pada tahun 1854, yaitu ketika seseorang bernama Charles Boole telah mampu menciptakan sebuah sistem logika simbolik yang diberinama Logika Boole. Sistem ini mencakup pula logika untuk menyatakan hubungan lebih besar, lebih kecil, sama dengan dan tidak sama dengan. Sistem logika ini masih digunakan sampai dengan saat ini.
Sebuah penemuan dapat dikatakan berawal dari sebuah ‘kebutuhan’. Begitu pula dengan pemrograman komputer ini. Pada tahun 1890, Amerika Serikat ingin melakukan sensus penduduk. Namun kendala yang muncul adalah keterbatasan alat yang ada pada waktu itu, mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat tahun demi tahun. Akhirnya diadakanlah sebuah kompetisi komputasi untuk mencari solusinya. Kompetisi ini dimenangkan oleh Herman Hollerith, yang akhirnya ia mendirikan sebuah perusahaan Hollerith Tabulating, Co. yang akhirnya berubah nama menjadi CTR (Calculating Tabulating Recording Company) setelah 3 perusahan lain ikut bergabung. Sepuluh tahun berikutnya perusahaan ini berganti nama lagi menjadi IBM (International Business Machine) hingga saat ini.
Perkembangan komputasi digital selanjutnya mulai berjalan pelan dan jarang digunakan dalam dunia bisnis sampai dengan pertengahan tahun 1920 an. Hingga akhirnya pada tahun 1925 MIT (Massachusette Institute of Technology) telah mengembangkan sebuah mesin yang mampu menganalisis perhitungan differensiasi dan integrasi. Mesin yang didanai oleh Yayasan Rockefeller ini dapat dikatakan sebuah komputer terbesar di dunia pada tahun 1930.
Pemain berikutnya yang memiliki andil dalam perkembangan komputasi komputer digital ini adalah seorang ilmuan Jerman bernama Konrad Zuse. Pada tahun 1935, Zuse telah mengembangkan komputer Z-1 nya. Apa keistimewaan Z-1 ini? Komputer ini adalah awal mula diterapkannya sistem biner dalam kinerjanya. Selain itu, Zuse juga berjasa dalam komputasi komputer digital ketika ia menciptakan bahasa pemrograman komputer pertama ‘Plankalkul’.
Pada tahun 1945, terjadi pula peristiwa penting dalam sejarah perkembangan komputasi komputer digital yaitu ketika mesin Mark II yang ada di Universitas Harvard terjadi kerusakan. Seseorang yang bernama Grace Murray Hopper yang mengetahui hal ini langsung menyelidiki sebab kerusakannya. Akhirnya dia menemukan sebuah ngengat yang terjebak dalam mesin tersebut. Dalam catatan hariannya, Hopper menuliskan: “First actual case of bug being found”. Dia menyebut ngengat ini sebagai sebuah kutu busuk (bug), mungkin karena jengkel. Kata ‘bug’ inilah yang selanjutnya sering dikaitkan dengan adanya ketidakberesan dalam program. Dari kata ‘bug’ ini muncul pula istilah ‘debugging’ yang artinya proses pembetulan kesalahan program.
Pada tahun 1954, IBM mulai mengembangkan bahasa pemrograman FORTRAN (FORmula TRANslator) yang akhirnya dipublikasikan pada tahun 1959. Bahasa FORTRAN merupakan bahasa pemrograman level tinggi pertama yang dikomersialkan. Pemrograman level tinggi maksudnya adalah perintah atau kodenya mudah dibaca dan dipahami oleh manusia.
Pada tahun 1958, FORTRAN II dan ALGOL dipublikasikan bersamaan dengan diluncurkannya LISP. Sedangkan pada tahun 1959, bahasa pemrograman COBOL juga diluncurkan. Sejak saat itu perkembangan bahasa pemrograman sangat cepat. Pada tahun 1970, bahasa PASCAL mulai dipublikasikan dan saat ini masih banyak digunakan untuk keperluan pendidikan.
Pada tahun 1970 muncul pula dua bahasa pemrograman yang dapat dikatakan sangat penting yaitu SMALLTALK dan B-Languange. SMALLTALK penting karena merupakan bahasa pemrograman berbasis obyek yang pertama. Sedangkan B-Languange dikatakan penting karena merupakan cikal bakal munculnya bahasa C. Dengan bahasa C, pemrograman akan lebih mudah, efisien, dan fleksibel.
Pada tahun 1975, Dr. Wong merilis bahasa pemrograman hasil ciptaannya bernama TinyBASIC. TinyBASIC merupakan bahasa pemrograman pertama yang bersifat free alias tidak membayar dalam penggunaannya.
Sedangkan pada saat yang bersamaan pada tahun 1975, Bill Gates dan Paul Allen membuat bahasa pemrograman yang diberi nama BASIC. BASIC ini selanjutnya mereka jual ke MIT.
Perkembangan bahasa pemrograman ini terus bergerak demikian pesat hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bahasa pemrograman yang bermunculan.
Setiap bahasa pemrograman memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Bagi Anda yang ingin belajar bahasa pemrograman, jangan bingung dengan banyaknya bahasa pemrograman yang ada. Saya hanya bisa bilang, ’semuanya cocok bagi Anda’. Semua bahasa pemrograman berjalan atas dasar logika dan algoritma. Sehingga kedua hal inilah yang harus diasah lebih dulu. Selanjutnya pilih salah satu bahasa pemrograman untuk belajar, Pascal atau C misalnya. Kemudian fokus, fokus dan fokus pada bahasa tersebut. Apabila sudah menguasai dengan baik, cobalah untuk menambah wawasan dengan belajar bahasa pemrograman yang lain.
etika saya bertanya kepada Anda, Buat apa sih belajar pemrograman? Lantas apa jawaban Anda? Apakah sekedar hanya untuk bersenang-senang (just 4 fun), ingin meniti karir, atau hanya sekedar ingin lulus dari matakuliah pemograman?
Ada banyak jawaban yang bervariasi dari pertanyaan ini. Namun secara umum, alasan atau jawaban yang muncul dapat dikategorikan ke dalam 4 hal. Ini dia kategorinya…
Pemrograman sebagai sebuah karir
Alasan utama yang dipilih orang dalam belajar pemrograman adalah ingin menjadikannya sebagai karir. Ini yang sering saya tanyakan pada mahasiswa saya. Sesuatu alasan yang sangat masuk akal. Memang dalam kenyataannya, orang yang berprofesi sebagai seorang programmer bisa berpotensi untuk menghasilkan income yang tidak sedikit. Banyak perusahaan-perusahaan yang menawarkan gaji yang cukup menggiurkan bagi para programmer yang mau bekerja, plus masih ditambah bonus-bonus lain jika kinerjanya OK. Meskipun gajinya cukup lumayan, seringkali masalah ‘bosan’ menghinggapi para programmer ini. Ya… maklumlah karena setiap hari kerjanya hanya mengurus koding melulu, atau sering dikejar-kejar sama deadline.
Eh… btw… ada pula lho profesi programmer yang gajinya kecil atau bahkan tidak digaji karena alasan ‘pengabdian’. Tanya kenapa?? ![]()
Untuk bisa meniti karir sebagai sebuah programmer, kita harus bisa bekerja secara tim. Lho kenapa begitu? Bukankah program bisa kita buat sendiri secara perorangan? He…3x itu kan kalau program yang berasal dari tugas dosen ketika kuliah. Ketika kita berhadapan di real world, suatu masalah komputasi bisa jadi bersifat kompleks, sehingga suatu project pembuatan program harus dibagi ke dalam tim. Setiap tim bertanggung jawab pada modul-modul programnya sendiri-sendiri.
Nah… pertanyaan berikutnya, apakah karir seorang programmer harus berada di suatu perusahaan? Jawabannya tidak harus. Anda bisa mendirikan suatu software house sendiri. Bahkan ada slogan yang mengatakan, “Kalau Anda mau kaya, jangan mau jadi orang kantoran”
Maksudnya adalah jadilah seorang pengusaha, dalam hal adalah pengusaha software.
Oya satu lagi, bila Anda berprofesi sebagai programmer harap maklum karena posisi Anda berada di paling bawah dalam jajaran pembuat software. Dalam hal ini, seorang programmer tidak boleh berkreasi sendiri terhadap software yang dibuatnya. Kreasi ini hanya boleh dilakukan oleh software engineer (demikian kata bang Romi). Atau dengan kata lain, untuk menjadi seorang programmer, harus mau jadi orang suruhan, suruhannya siapa? ya.. suruhannya software engineer.
Pemrograman sebagai alat pemecahan masalah
Nah… alasan yang kedua ini biasanya muncul dari para dosen, peneliti atau mahasiswa. Dalam hal ini, mereka butuh pemrograman sebagai alat untuk memecahkan permasalahan komputasi yang mereka hadapi. Sebagai contoh misalnya seorang mahasiswa diminta dosennya untuk mencari nilai 100 faktorial. Nah… ujung-ujungnya mereka akan menggunakan program karena kalkulator tidak bisa mencari jawabannya. Bagi dosen misalnya, mencari penyelesaian yang terkait dengan komputasi numerik, riset, dan sebagainya.
Pemrograman sebagai ladang amal
Aneh juga alasan yang satu ini
kok bisa ya? hubungannya apa antara pemrograman dan amal? Pernahkah Anda mendengar istilah OpenSource? Istilah ini yang akan mengkaitkan antara pemrograman dengan ladang amal. Orang yang merelakan waktunya dengan membuat program yang bersifat opensource dapat dikatakan juga sedang beramal. Dengan opensource, orang lain sedunia bisa melihat isi source code program yang dibuat. Dengan demikian, hal ini memungkinkan orang lain dapat belajar bersama dalam mengembangkan software. Selain itu software opensource biasanya juga bersifat freeware. Orang lain dapat secara bebas menggunakan software tersebut tanpa dipusingkan dengan masalah harga beli.
Pemrograman… just for fun
Orang yang memilih pemrograman hanya sekedar bersenang-senang bukanlah suatu yang aneh. Hal ini sama saja seperti mendaki gunung, bermain game atau yang lain. Orang-orang yang beralasan seperti ini, pastilah mereka yang suka dengan tantangan. Bila Anda termasuk orang-orang bertipe seperti itu, selamat… Anda memiliki potensi yang luar biasa. Mengapa demikian? Orang yang menggeluti bidang tertentu atas dasar hobi atau kesenangan, biasanya akan sukses di kemudian hari. Semakin hari, semakin bertambah ilmu dan kemampuannya dengan secara tidak sadar. Beda halnya bila belajar pemrograman dalam keadaan terpaksa, ketika diminta membuat sebuah program sederhana dalam satu jam rasanya setahun ![]()
Nah… termasuk yang manakah alasan Anda ketika belajar pemrograman? Bila ada alasan yang lain, silakan tulis di komentar ![]()
Postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya kuliah sewaktu mengikuti perkuliahan pemrograman komputer di S1 dan juga pengalaman selama saya mengampu kuliah pemrograman komputer.
OK… sebagai awal, saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman sewaktu belajar pemrograman komputer pertama kali. Jujur saja… kala itu saya belum tahu sama sekali dengan pemrograman di waktu awal kuliah. Namun sayangnya… ketidaktahuan dan ketidakpahaman saya tentang pemrograman ini berlanjut hingga mid semester dan sampai pada ujian akhir. Dan akibatnya…. bisa Anda tebak sendiri… Benar… SAYA TIDAK LULUS. Kecewa… sedih… menyesal… bercampur menjadi satu. Saya kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak mampu menguasai matakuliah tersebut. Sedih… karena saya ilmu yang seharusnya saya peroleh selama 1 semester hilang begitu saja dan saya tidak memperoleh apa-apa. Menyesal… karena saya telah menyia-nyiakan kesempatan selama 1 semester untuk mempelajarinya.
Namun… karena motivasi yang kuat untuk belajar pemrograman, akhirnya saya berusaha pupus kesedihan, kekecewaan dan penyesalan itu. Saya mencoba kembali mengambil matakuliah tersebut di semester berikutnya. Alhamdulillah… berkat usaha keras, doa dan bimbingan teman-teman setia saya, akhirnya berhasil juga. Dan… nilai yang sangat memuaskan akhirnya bisa saya peroleh.
Setelah mendapat nilai yang bagus, akhirnya motivasi untuk belajar pemrograman terus berlanjut di semester dan tahun-tahun kuliah berikutnya. Teman-teman di sekitar saya yang kebetulan juga interest di dunia pemrograman juga memberikan andil dalam penguasaan saya terhadap pemrograman. Serta tak lupa pula… pak Wiranto… dosen baik hati serta penasehat spritual yang telah memberikan bimbingan kepada saya. Lingkungan seperti itulah yang terus memotivasi dan mendukung saya untuk tetap setia dan berusaha belajar pemrograman sampai dengan sekarang.
Nah… dari sepenggal cerita yang telah saya tulis di atas, apa hikmah di balik itu semua? apa yang membuat kegagalan belajar pemrograman bisa diubah menjadi keberhasilan? OK… berikut ini adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin sukses belajar pemrograman komputer.
OK…. demikian 10 tips sukses belajar pemrogram. Semoga ada manfaatnya. Bagi Anda yang punya tips lain, bisa ditambahkan di komentar
Salam sukses bagi Anda.
“Saya sudah lama belajar pemrograman, tapi mengapa sampai saat ini kok tidak bisa-bisa ya Pak?”. Pertanyaan itu sering dilontarkan kepada saya dari banyak orang, baik lewat YM maupun email. Ada lagi yang menanyakan, “Apa modal dasar belajar pemrograman Pak?”. Masih banyak lagi tipe-tipe pertanyaan lain yang senada.
Dalam artikel kali ini saya akan memaparkan beberapa tips bagaimana cara sukses belajar pemrograman.
Tidak tahu mengapa, bahwa ilmu tentang pemrograman ini gampang-gampang susah. Gampang ketika dijelasin cara bikin program oleh sang dosen. OO…. ternyata cuman gitu aja to… Tapi kalau ada tugas atau disuruh bikin program dari suatu studi kasus tertentu, banyak yang mengeluh… wah kok sulit ya… trus ujung-ujungnya copas miliknya teman ![]()
Memang modal dasar pemrograman hanyalah penguasaan pada logika dan algoritma. Pelajaran logika, telah kita terima di pelajaran matematika SMU. So.. saya yakin para programmer pemula pasti sudah menguasai hal ini. Nah… yang terpenting adalah algoritma.
Perlu menjadi catatan di sini adalah, algoritma bukanlah teori maupun rumus yang perlu dihapalkan. Untuk belajar algoritma, perlu banyak waktu dan latihan. Tips untuk belajar algoritma hanyalah dengan memperbanyak latihan bagaimana mencari langkah-langkah solusi secara logis. Kalau perlu buat masalah sendiri dan cari langkah solusinya. Selain itu jangan hanya puas dengan mengerjakan tugas dari dosen. Karena tugas dari dosen itu scope nya kecil… masih banyak hal lain di luar tugas dosen yang perlu dieksplorasi.
Nah… terkadang, programmer pemula kesulitan dalam mengekspresikan algoritma yang ada di benaknya ke dalam bentuk algoritma pemrograman. Misalnya “Pak… saya sebenarnya tahu cara mencari nilai n faktorial, tapi kok rasanya sulit mengekspresikan ke dalam algoritma pemrogramannya?”. Hal ini juga perlu banyak latihan dan juga dengan melihat banyak contoh-contoh algoritma yang ada. Pelajari bagaimana teknik pengekspresian algoritma.
Terkadang… untuk menentukan algoritma penyelesaian suatu kasus itu muncul karena insting sang programmer. Nah… insting ini muncul kalo penguasaan atau jam terbang sang programmer sudah banyak.
Setelah konsep algoritma ini dikuasai, silakan Anda memilih salah satu jenis bahasa pemrograman yang disukai. Pada prinsipnya, jika konsep algoritma sudah dipegang, mau pindah ke bahasa pemrograman apapun bisa, karena bila sudah masuk ke bahasa pemrograman, fokusnya ke penguasaan sintaks atau aturan penulisan perintah. Nah.. sintaks ini bisa dihapalkan.
Saran saya, sebaiknya kita menguasai lebih dari satu bahasa pemrograman. Mengapa demikian? Ya… karena lapangan kerja tidak hanya membutuhkan satu jenis bahasa pemrograman saja. Misalnya perusahaan X butuh programmer Java, sedangkan perusahaan Y butuh programmer C++ dsb. Semakin banyak bahasa pemrograman yang kita kuasai, maka semakin baik dan bisa lebih berpotensi bagi karir kita.
Ok mudah-mudahan berguna bagi Anda para new comer di bidang programmer.
Hal yang patut digaris bawahi, belajar mandiri lebih bagus daripada belajar seperti kalau kita kursus PHP. Dan kebanyakan orang yang pinter PHP bisa karena belajar mandiri. Tidak percaya? Silahkan adakan survey sendiri .